Maharaja dan sandal kulit


Seorang Maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya. Ia memutuskan untuk berjalan kaki saja. Baru beberapa meter berjalan di luar istana kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berpikir, “Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali. Aku harus memperbaikinya.”
Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana. Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi yang terbaik. Segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan. Mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri.
Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pertapa menghadap Maharaja. Ia berkata pada Maharaja, “Wahai Paduka, mengapa Paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan di negeri ini, padahal sesungguhnya yang Paduka perlukan hanyalah dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki Paduka saja.” Konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut “Sandal“.

 Bagi Khalis, dalam menjalani kehidupan sehari harian, kita mungkin rasakan ada yang tidak sempurna dan tidak selesa buat kita. Kita mungkin tidak mampu merubah segalanya. Namun, kita boleh cuba mengubah diri kita, mengubah cara kita menghadapi masalah.. Bukan mencari jalan mudah sehingga malas berfikir.

Comments

saya YANA said…
kalo la xde orang yg cadangkan sandal tu.. kesian sapi2 tu... hahaha
ApiH said…
oooo... baru tau sejarah sandal ni...
cik said…
kesian maharaja tu mempunyai otak yg sempit dgn mengorbankan sapi utk kepentingan dan keselesaan sedangkan banyak alternatif lain yg boleh digunakan utk membaiki jalan... kesian... berfikir tnpa menggunakan otak.. ^_^
Pemuda Harapan said…
pendapat diri sendiri tak sememestinya betul..jadi,belajalah menerima pendapat orang lain sama.. jangan la terlalu takabur dengan kekuasaan yang sedikit..
dayang said…
bagus2..ni la berfikir dulu sebelum bertindak.. :)

Popular Posts